Total Pageviews

About Me

My photo
Mrs Depp, fans berat Darren Hayes dan Jay Chou, suka juga dengan Adam Lambert dan Nicky Wu
Powered by Blogger.

Translate

RSS

Love Is Always In Style - Front Cover




Yeah… Its Gay movie again dan jujur saya berharap akan ending yang bahagia setiap menonton film dengan tema gay. Film Front Cover (2015) ini sendiri mengambil setting amerika yang bercerita tentang seorang pria bernama Ryan Fu yang bekerja sebagai penata busana. Ia sendiri sudah terbuka dengan orientasi seksualnya sebagai gay meski dia sendiri darah keturunan asia.

Usai sebuah pemotretan untuk sebuah majalah Ryan yang sebenarnya berbakat tapi sayang harus mengalami diskriminasi karena dia keturunan asia dan dia tidak jadi mendapatkan proyek yang dia impikan dan kemudian dia diarahkan untuk membantu seorang actor dari Beijing yang akan photo shot untuk sebuah majalah besar lainnya.

Pertemuan Ryan dan Ning awalnya tidak menyenangkan, karena Ning juga tidak memberikan kesan yang baik pada Ryan. Terlebih-lebih saat Ning mengatakan bahwa dia tidak nyaman bekerja sama dengan seorang yang gay. Ryan yang sempat hampir menyerah untuk mengurus proyeknya kali ini diberitahu oleh atasan untuk melakukan pendekatan pada Ning.

Berawal makan malam yang awkward hingga mereka pun belanja bersama dan sampai di mana mereka akhirnya melakukan photoshot juga tapi Cuma berakhir kacau karena Ning yang kembali keras kepala. Mereka berdua sama-sama kabur pada saat pemotretan, berikutnya mereka menghabiskan waktu berdua di apartemen Ryan.

Dari sanalah mulai bibit-bibit perasaan lain diantara mereka dan kemudian ditambah kedatangan orang tua Ryan yang tiba-tiba. Orang tua Ryan pun salah sangka mengira mereka adalah pasangan kekasih dan disambut senang oleh orang tua Ryan. Orang tua Ryan senang bisa melihat putranya berkencan dengan pria keturunan asia.

Lalu mereka dibawa mengunjungi nenek Ryan, Ryan bilang biarkan orang tua merasakan kebahagian itu dengan tidak bilang bahwa bukanlah sepasang kekasih. Ning akhirnya setuju mengikuti kemauan Ryan. Usai dari tempat nenek Ryan, Ryan mengajak Ning ke sebuah club yang juga sepertinya sebuah club gay.

Entah bagaimana Ning merasa cemburu melihat Ryan didekati pria lain dan kemudian menarik Ryan dan mengecup bibirnya lebih dulu dan tentu saja mereka berakhir di atas ranjang. Hubungan mereka pun resmi dimulai. Tapi kebahagian mereka tidak berlangsung lama, sebab Ning masih tetap memilih closet dan malah merasa kesal begitu melihat bahwa mereka berdua masuk sebuah majalah dan dikabarkan gay. Ning yang ketakutan pun marah dengan Ryan dan menyalahkan itu perbuatan Ryan.

Tapi kesedihan tidak berhenti sampai disana, Ning meminta agar Ryan membersihkan namanya dengan mengatakan bahwa itu tidak benar.


Film ini pun berakhir dengan begitu sedihnya, Ryan membantu membersihkan nama Ning dengan mengatakan bahwa mereka memang hanya berteman dan menganggap Ning sepertinya kakaknya.

Ya saya memang berharap Ryan dan Ning bisa berakhir manis, melihat chemistry mereka berdua, tapi nyata saya harus menelan pil pahit. Tapi ada bagian yang saya benar2 suka melihat akting Ryan dan Ning,

“Yeah, uh, very proud to call Ning my friend. No, actually, he's-- he's like a brother to me.” Melihat ekspresi Ryan saat mengatakan ini benar-benar membuat saya  benar-benar terenyuh.

Ditambah ekspersi Ning yang sebenarnya turut merasakan sakit yang dirasakan oleh Ryan, mereka saling mencintai tapi terlalu takut mengakui karena Ning tidak siap dengan semuanya. Ia memilih tetap closet dan meninggalkan Ryan.

 “You have to plow in order to harvest. You have to give up something in order to achieve your dream.” Ini quote dari Ning benar-benar dalam dan menjawab ending dari kisah Ryan dan Ning. Bahwa Ryan dan Ning tidak bisa bersatu.


Untuk skor film ini, saya akan memberikan 6,5/10. Ya untuk acting, saya suka acting dari Jake Choi (Ryan) dan juga James Chan (Ning). Mereka membuat saya hanyut dalam cerita ini, yah hingga saat menulis ini salah malah ingin membuat lanjutan cerita ini, dimana mereka bersatu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment