Yeah…
Its Gay movie again dan jujur saya berharap akan ending yang bahagia setiap
menonton film dengan tema gay. Film Front Cover (2015) ini sendiri mengambil
setting amerika yang bercerita tentang seorang pria bernama Ryan Fu yang
bekerja sebagai penata busana. Ia sendiri sudah terbuka dengan orientasi
seksualnya sebagai gay meski dia sendiri darah keturunan asia.
Usai
sebuah pemotretan untuk sebuah majalah Ryan yang sebenarnya berbakat tapi
sayang harus mengalami diskriminasi karena dia keturunan asia dan dia tidak
jadi mendapatkan proyek yang dia impikan dan kemudian dia diarahkan untuk
membantu seorang actor dari Beijing yang akan photo shot untuk sebuah majalah
besar lainnya.
Pertemuan
Ryan dan Ning awalnya tidak menyenangkan, karena Ning juga tidak memberikan
kesan yang baik pada Ryan. Terlebih-lebih saat Ning mengatakan bahwa dia tidak
nyaman bekerja sama dengan seorang yang gay. Ryan yang sempat hampir menyerah
untuk mengurus proyeknya kali ini diberitahu oleh atasan untuk melakukan
pendekatan pada Ning.
Berawal
makan malam yang awkward hingga mereka pun belanja bersama dan sampai di mana
mereka akhirnya melakukan photoshot juga tapi Cuma berakhir kacau karena Ning
yang kembali keras kepala. Mereka berdua sama-sama kabur pada saat pemotretan,
berikutnya mereka menghabiskan waktu berdua di apartemen Ryan.
Dari
sanalah mulai bibit-bibit perasaan lain diantara mereka dan kemudian ditambah
kedatangan orang tua Ryan yang tiba-tiba. Orang tua Ryan pun salah sangka
mengira mereka adalah pasangan kekasih dan disambut senang oleh orang tua Ryan.
Orang tua Ryan senang bisa melihat putranya berkencan dengan pria keturunan
asia.
Lalu
mereka dibawa mengunjungi nenek Ryan, Ryan bilang biarkan orang tua merasakan
kebahagian itu dengan tidak bilang bahwa bukanlah sepasang kekasih. Ning
akhirnya setuju mengikuti kemauan Ryan. Usai dari tempat nenek Ryan, Ryan
mengajak Ning ke sebuah club yang juga sepertinya sebuah club gay.
Entah
bagaimana Ning merasa cemburu melihat Ryan didekati pria lain dan kemudian
menarik Ryan dan mengecup bibirnya lebih dulu dan tentu saja mereka berakhir di
atas ranjang. Hubungan mereka pun resmi dimulai. Tapi kebahagian mereka tidak
berlangsung lama, sebab Ning masih tetap memilih closet dan malah merasa kesal
begitu melihat bahwa mereka berdua masuk sebuah majalah dan dikabarkan gay.
Ning yang ketakutan pun marah dengan Ryan dan menyalahkan itu perbuatan Ryan.
Tapi
kesedihan tidak berhenti sampai disana, Ning meminta agar Ryan membersihkan
namanya dengan mengatakan bahwa itu tidak benar.
Film
ini pun berakhir dengan begitu sedihnya, Ryan membantu membersihkan nama Ning
dengan mengatakan bahwa mereka memang hanya berteman dan menganggap Ning
sepertinya kakaknya.
Ya
saya memang berharap Ryan dan Ning bisa berakhir manis, melihat chemistry mereka
berdua, tapi nyata saya harus menelan pil pahit. Tapi ada bagian yang saya
benar2 suka melihat akting Ryan dan Ning,
“Yeah,
uh, very proud to call Ning my friend. No, actually,
he's-- he's like a brother to me.” Melihat ekspresi Ryan saat mengatakan ini
benar-benar membuat saya benar-benar terenyuh.
Ditambah
ekspersi Ning yang sebenarnya turut merasakan sakit yang dirasakan oleh Ryan,
mereka saling mencintai tapi terlalu takut mengakui karena Ning tidak siap
dengan semuanya. Ia memilih tetap closet dan meninggalkan Ryan.
“You have to plow in order to harvest. You
have to give up something in order to achieve your dream.” Ini quote dari Ning
benar-benar dalam dan menjawab ending dari kisah Ryan dan Ning. Bahwa Ryan dan
Ning tidak bisa bersatu.
Untuk
skor film ini, saya akan memberikan 6,5/10. Ya untuk acting, saya suka acting dari
Jake Choi (Ryan) dan juga James Chan (Ning). Mereka membuat saya hanyut dalam
cerita ini, yah hingga saat menulis ini salah malah ingin membuat lanjutan
cerita ini, dimana mereka bersatu.








0 comments:
Post a Comment