Saya sudah heboh dengan film ini sejak bulan desember sebenarnya, karena saat itu penyanyi idola saya Darren Hayes terus-terusan membahas film ini. Dia sepertinya sangat antusias sekali dengan film 'Call Me By Your Name' ini.
Dan berhubung film ini memang sendiri baru tayang di Amerika desember kemarin, maka saya masih harus bersabar buat liat film ini karena film ini belum ada downloadannya.
Kemudian ternyata temen FB saya juga ada yang suka banget sama film ini, saya pun menjadi semakin ingin nonton. Tapi akhirnya saya memang harus menunggu film ini hingga Januari kemarin baru ada file downloadannya. Tentu saja saya langsung download dong.
Film ini pun ternyata masuk dalam nominasi oscar dalam nominasi Best Picture lho!
Ditambah yang bikin saya tambah seneng adalah liat 'Timothee Chalamet' yang jadi Elio di film ini masuk nominasi best actor. Dia menjadi salah satu pemain pria termuda yang bisa masuk oscar.
Ok kita balik ke filmnya lagi hehehe.
Dan hari ini akhirnya saya nonton fiilm ini juga, ya ga tahu kenapa abis download kok males yah buat nontonnya. hasilnya tuh film ada di laptop dari januari sampe sekarang baru nonton film ini.
Ya jujurnya awalnya agak males karena lihat setting yang bukan tahun skr tetapi tahun 80-an, ya gimana saya lebih suka lihat film setting tahun sekarang deh.
Tapi berhubung, tadi siang teman saya manas2in lagi dengan bahas film ini, akhirnya saya nonton juga hehe.
Film ini klo menurut saya alurnya agak lambat (mungkin ini krn saya cuma mau liat adegan Timothee-Amie doang kali yah awalnya). Tapi begitu selesai di tonton film ini ternyata keren lho.
Film ini menceritakan bagaimana proses si Elio (Timothee) yang sedanng dalam tahap pencarian jati diri. Ia mencoba menjalin hubungan dgn wanita awalnya. Tapi setelah kedatangan Oliver (amie) semuannya memuat Elio bertanya-tanya pada dirinya.
Berawal dari benci sepertinya rasa yang dimiliki oleh Elio pada Oliver, tapi lucunya Elio malah diam-diam tertarik pada Oliver. Berbeda dengan Oliver yang dari awal sudah tertarik pada Elio, tapi dia sendiri mencoba menahan rasa itu sebab dia tahu hubungannya dia tidak mungkin.
Tapi benih2 cinta mereka tumbuh subur dan itu pun disadari oleh orang tua Elio yang akhirnya membantu kedekatan mereka berdua. Elio sendiri belum sadar akan hal itu, sehingga dia masih takut ketahuan oleh orang tuanya.
Dan lucu memang bagi Elio yang ketakutan, orang tuanya tidak mempermasalahan hal itu dan kemudian memberikan 'kado' yakni menghabiskan waktu bersama antara Elio-Oliver beberapa hari sebelum Oliver pergi.
Sepulang perjalanan tersebut, Elio baru tahu bahwa papanya sudah tahu hubungannya dengan Oliver dan dia mengatakan dia tidak menghalangi hubungan mereka. Elio pun nampak kaget, dia tidak menyangka sama sekali.
Tapi film ini sendiri harus berakhir dengan perpisahan, Oliver sudah bertunangan dengan wanita, dia pun mengabari Elio hal tersebut. Hal itu tentunya membuat Elio sedih, tapi Elio juga bilang bahwa orang tuanya sudah tahu tentang mereka.
Sebuah kejutan bagi Elio. saat Oliver bilang dia sudah tahu dari cara orang tuanya Elio memperlakukan Oliver yang begitu baik.
Film ini hanya ditutup dengan kesedihan Elio....
Tapi meski demikian saya tetap menikmati menonton film ini, film ini layak anda tonton jika anda pecinta film gay dan drama. Tapi jangan berharap adegan 'hot' yang berlebihan dalam film ini sebab tidak ada. (hahaha, ini mah saya yang ngarep).














